- Selamat datang di nurrohman.com Media Komunikasi dan Informasi tentang Pendidikan dan Pembelajaran

Jenis Jenis Bilangan dalam Matematika Dasar
Sepuluh bilangan prima pertama terdiri dari angka 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, dan 29. Jika suatu bilangan yang lebih besar dari satu, tidak termasuk dalam bilangan prima maka bilangan tersebut disebut dengan bilangan komposit.
Cara paling sederhana untuk menentukan bilangan prima yang lebih kecil dari bilangan tertentu adalah dengan menerapkan saringan Eratosthenes. Secara
matematis, tidak ada “bilangan prima yang besar”, hal tersebut disebabkan oleh jumlah bilangan prima adalah tidak terhingga.
Bilangan prima merupakan bilangan-bilangan asli yang hanya dapat dibagi dirinya sendiri dan 1. Atau bilangan yang memiliki 2 faktor dan angka satu bukan termasuk bilangan prima. Sebagai contoh 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, ….
2. Bilangan Cacah
Bilangan cacah merupakan himpunan bilangan bulat positif, yakni {0, 1, 2, 3 …}. Sederhananya, bilangan cacah terdiri dari himpunan bilangan asli ditambah angka 0. Sebagai contoh 0,1,2,3,4,5,6,7,….
3. Bilangan Bulat
Bilangan bulat terdiri dari bilangan bulat negatif, nol, dan bilangan bulat positif. Sebagai contoh -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3. Adapun sifat-sifat dari penjumlahan bilangan bulat sebagai berikut.
- Sifat Tertutup
Untuk setiap bilangan bulat a dan b, berlaku a + b = c dengan c juga bilangan bulat.
- Sifat Komutatif
Untuk setiap bilangan bulat a dan b, selalu berlaku a + b = b + a.
- Sifat Asosiatif
Untuk setiap bilangan bulat a, b, dan c selalu berlaku (a + b) + c = a + (b + c).
- Mempunyai Unsur Identitas
Untuk sebarang bilangan bulat a, selalu berlaku a + 0 = 0 + a. Bilangan nol (0) merupakan unsur identitas pada penjumlahan.
- Mempunyai Invers
Untuk setiap bilangan bulat a, selalu berlaku a + (–a) = (–a) + a = 0. Invers dari a adalah – a, sedangkan invers dari –a adalah a.
Berikut sifat-sifat yang berlaku dalam operasi bilangan bilat.
- Jika a dan b bilangan bulat maka berlaku a – b = a + (–b). 4.
- Operasi pengurangan pada bilangan bulat berlaku sifat tertutup.
- Jika p dan q bilangan bulat maka
- p x q = pq;
- (–p) x q = –(p x q) = –pq;
- p x (–q) = –(p x q) = –pq;
- (–p) x (–q) = p x q = pq.
- Untuk setiap p, q, dan r bilangan bulat berlaku sifat
- tertutup terhadap operasi perkalian;
- komutatif: p x q = q x p;
- asosiatif: (p x q) x r = p x (q x r);
- distributif perkalian terhadap penjumlahan: p x (q + r) = (p x q) + (p x r);
- distributif perkalian terhadap pengurangan: p x (q – r) = (p x q) – (p x r).
- Unsur identitas pada perkalian adalah 1, sehingga untuk setiap bilangan bulat p berlaku p x 1 = 1 x p = p.
- Pembagian merupakan operasi kebalikan dari perkalian.
- Pada operasi pembagian bilangan bulat tidak bersifat tertutup.
- Apabila dalam suatu operasi hitung campuran bilangan bulat tidak terdapat tanda kurung, pengerjaannya berdasarkan sifat-sifat operasi hitung berikut. (a) Operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–) sama kuat, artinya operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu. (b) Operasi perkalian ( x ) dan pembagian (:) sama kuat, artinya operasi yang terletak di sebelah kiri dikerjakan terlebih dahulu. (c) Operasi perkalian ( x ) dan pembagian (:) lebih kuat daripada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–), artinya operasi perkalian ( x ) dan pembagian (:) dikerjakan terlebih dahulu daripada operasi penjumlahan (+) dan pengurangan (–).
4. Bilangan Rasional
- Bilangan rasional merupakan bilangan yang dinyatakan dengan p/q, yang mana p,q ϵ bulat dan q ≠ 0 atau dapat dinyatakan sebagai suatu bilangan desimal secara berulang-ulang. Bilangan ini juga menjadi bagian bilangan yang dapat dinyatakan sebagai a/b, yang mana a dan b bilangan bulat serta b tidak sama dengan 0.
- Adapun batasan dari bilangan rasional dimulai dari selanga (-∞, ∞). Bilangan rasional mencakup bilangan bulat, bilangan cacah, bilangan asli, bilangan prima, dan bilangan-bilangan lain yang menjadi subset dari bilangan rasional. Berikut contoh dari bilangan rasional.
- Jika a/b = c/d maka, ad = bc
- Bilangan rasional juga menjadi bagian bilangan-bilangan dengan rasio (pembagian) dari dua angka (integer) atau dapat dinyatakan dengan a/b. Yang mana a merupakan himpunan bilangan bulat dan b merupakan himpunan bilangan bulat, tetapi tidak sama dengan nol.
- Sebagai contoh himpunan {½, ⅓, ⅔, ⅛, ⅜, ⅝, ⅞, …}.
5. Bilangan Irasional adalah Bagian dari Bilamham Real
Bilangan Real merupakan gabungan dari bilangan rasional dan irasional.
- Bilangan irasional merupakan bilangan riil yang tidak dapa dibagi (hasil baginya tidak pernah berhenti). Oleh sebab itu, bilangan irasional tidak dapat dinyatakan sebagai a/b, dengan a dan b sebagai bilangan bulat dan b tidak sama dengan nol.
- Bilangan rasional dan irasional sangat berbeda. Sebagai contoh bilangan π dan bilangan e. bilangan π sebanrnya tidak tepat jika dinyatakan dengan angka 3.14. Namun, dengan 3,1415926535…. atau 3,14159 26535 89793 23846 26433 83279 50288 41971 69399 37510…. Begitu pula yang terjadi pada bilangan e. Ia lebih tepat dinyatakan dengan 2,7182818…..
admin
22 Jun 2025
Lain halnya dengan pendapat “Damairia “ Saya tidak masalah. Faktanya anak sekolah memang harus disiplin dan tugasnya memang belajar dan terus belajar bukan? Negara lain ada fenomena anak bunuh diri karena tersiksa dan tertekan jam belajar, di Konoha? Mana ada yg bunuh diri karena tekanan jam belajar ️ Bahkan adanya SKB 3 Mentri yang selalu …
admin
01 Mar 2025
21= 2 bisa dari 4/2 jika pangkatnya berkurang 1. hasilnya merupakan bilangan sebelumnya dibagi 2 20 = 1 dari 2/2 2– 1= 1/2 dari 1/2 = 1/4 dari 1/2 dibagi 2 , dst Contoh lain: 103 = 10 x 10 x 10 = 1.000 10 2 = 10 x 10 = 100 …
admin
05 Feb 2025
Jika suatu kalimat tidak memenuhi kaidah atau ciri-ciri kalimat efektif, maka kalimat tersebut dapat dikatakan ” Kalimat tidak efektif. Selanjutnya mari kita lihat contoh-contoh kalimat efektif dan sebaliknya. Contoh-Contoh Kalimat Efektif dan Kalimat Tidak Efektif Contoh Kalimat Efektif Budi pergi bermain bola. Acaranya berlangsung meriah. Jika terdapat mahasiswa yang melanggar peraturan ujian harap lapor petugas. …
admin
01 Feb 2025
Untuk pelaksanaan di lapangan, sepertinya masih menunggu turunan dari peraturan mentri, yaitu peraturan gubernyrm peraturan wali kota, juklak dan juknis dari dinas pendidikan kota atau kabupaten. Semoga secepatnya ada petunjuk pelaksanaan, dan petunjuk teknis, serta ada sosialisasi ke tiap sekolah.
admin
01 Feb 2025
“Surat edarannya sudah terbit. Siang ini sudah terbit, sudah kami tandatangani bertiga. Dan insya Allah juga sudah di-upload di webnya kementerian,” ujar Abdul Mu’ti kepada wartawan di Jakarta, Ahad (21/1/2025). Sebagaimana disebutkan dalam isi surat edaran tersebut, pembelajaran di bulan Ramadhan Tahun 1446 Hijriyah 2025 Masehi sesuai dengan kalender pemerintah tentang awal Ramadhan, Idul Fitri, dan …
09 Feb 2025 996 views
Sahabat nurrohman.com, PSIS Semarang bermain menekan sejak awal pertandingan. Para pemain PSIS beberapa kali memberikan ancaman ke gawang Persib . Satu kesempatan serangan yang sempat menggetarkan gawang yang dikawal Kevin Mendoza, Gawang bergetar karena bola sepakan keras pemain asal Timor Leste membentur tiang gawang. Meski tim tuan rumag bermain lebih agresif, Laskar Mahesa Jenar tak …
19 Des 2024 878 views
Pengertian matematika menurut para ahli: Matematika merupakan suatu pelajaran yang tersusun secara beraturan, logis, berjenjang dari yang paling mudah hingga yang paling rumit. Dengan demikian, pelajaran matematika tersusun sedemikian rupa sehingga pengertian terdahulu lebih mendasari pengertian berikutnya.
09 Feb 2025 1.421 views
Setelah itu, satukan telapak tangan kanan dan kiri secara menyilang dan tarik ke arah dada. Kemudian, angkat tangan menyilang ke arah dagu. Cobalah gerakan ini selama satu menit. 5. Putaran Leher Putaran leher ini cukup mudah untuk dilakukan. Putar kepala secara perlahan dari satu sisi ke sisi lain sembari bernapas dalam. Lakukan gerakan ini dengan …
19 Des 2024 804 views
Gejala-gejala IPA dikaji lebih lanjut melalui proses ilmiah atau yang sering dikenal metode ilmiah. Selama proses ilmiah akan menumbuhkan sikap ilmiah misalnya, sikap ingin tahu, objektif, berpikir kritis, jujur, open-minded, dan lain-lain. Melalui proses ilmiah inilah gejala-gejala atau fakta IPA kemudian disintesis untuk menghasilkan konsep, prinsip, hukum, dan teori yang dikategorikan sebagai produk IPA. Produk …
01 Jan 2025 248 views
untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) pada setiap peserta didik ialah mengajukan berbagai pertanyaan yang bisa mendorong peserta didik supaya dapat merumuskan jawaban sementara atau kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji. 4) Mengumpulkan Data Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan. pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. …
Comments are not available at the moment.