- Selamat datang di nurrohman.com Media Komunikasi dan Informasi tentang Pendidikan dan Pembelajaran

Upaya Peningkatan SDM Indonesia Melalui Model Pembelajaran STEM
Pendidikan STEM menunjukkan kepada siswa bagaimana konsep, prinsip, teknik sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) di gunakan secara terintegrasi untuk mengembangkan produk, proses, dan sistem yang bermanfaat bagi kehidupan manusia.
Hakikat Pendidikan STEM adalah
- Mengintegrasikan Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika into a new transdisciplinary subject subjek baru antar disiplin di sekolah- sekolah,
- menawarkan kesempatan bagi siswa untuk memahami dunia daripada mempelajari fenomena yang sepotong-potong.
Apa Tujuan Diterapkannya Model Pembelajaran STEM ?
Sobat nurrohman.com, ada beberapa tujuan yang dapat divapai dengan penerapan pendekatan dan model pembelajaran STEM yaitu:
- Murid yang melek STEM, di harapkan mempunyai Pengetahuan, sikap dan keterampilan untuk mengidentifikasi pertanyaan dan masalah dalam kehidupannya,
- menjelaskan fenomena alam,
- mendesain serta menarik kesimpulan berdasar bukti mengenai isu terkait STEM;
- memahami karakteristik fitur-fitur disiplin STEM sebagai bentuk pengetahuan, penyelidikan serta desain yang di gagas manusia;
- kesadaran bagaimana disiplin-disiplin STEM membentuk lingkungan material, intelektual dan kultural;
- mau terlibat dalam kajian isu-isu terkait STEM sebagai warga negara yang konstruktif, peduli serta reflektif dengan menggunakan gagasan STEM.
Tujuan STEM untuk Siswa adalah siswa mempunyai Literasi STEM, menguasai Kompetensi abad 21 dan Kesiapan Tenaga Kerja STEM, minat dan terlibat aktif dalam pembelajaran, dan membuat koneksi, sedangkan tujuan untuk pendidik adalah meningkatkan konten STEAM dan meningkatkan paedagogical content knowlwdg.
Hasil Pendidikan STEM adalah,
- Belajar dan Berprestasi,
- menguasai kompetensi abad 21,
- ketekunan dan kegigihan belajar dalam meningkatkan prestasi,
- siap dengan pekerjaan yang berhubungan dengan STEM,
- Meningkatkan minat STEM,
- mengembangkan identitas STEM dan kemampuan untuk membuat koneksi di antara disiplin STEM .
Adapun hasil untuk Pendidik adalah perubahan dalam praktik mengajar serta peningkatan konten STEM adalah,
- pembelajaran dengan pendekatan pembelajaran STEM dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa secara signifikan.
- Peningkatan setiap indikator kemampuan berpikir kritis berbeda-beda
- Hasil belajar dengan menerapkan pendekatan pembelajaran STEM pada kemampuan berpikir kritis lebih baik di bandingkan dengan menerapkan pendekatan pembelajaran konvensional. .
Peningkatan Pembelajaran berbasis STEM akan membentuk karakter murid yang mampu mengenali sebuah konsep atau pengetahuan (science) dan menerapkan pengetahuan tersebut dengan keterampilan (technology) yang di kuasainya untuk menciptakan atau merancang suatu cara (engineering)
dengan analisa dan berdasarkan perhitungan data matematis (math) dalam rangka memperoleh solusi atas penyelesaian sebuah masalah sehingga pekerjaan manusia menjadi lebih mudah.
Langkah Menerapkan Pembelajaran STEAM di Kelas
Untuk menerapkan pembelajaran STEAM, kita bisa mengadopsi serangkaian proses yang digunakan oleh insinyur dalam menciptakan sebuah produk atau teknologi. Proses ini dikenal juga dengan istilah engineering design process (EDP).
Terus, bagaimana langkah menerapkan EDP dengan pembelajaran berbasis STEAM?
- Menemukan Masalah dan Solusi
Di tahap awal, minta siswa untuk mengidentifikasikan masalah atau kebutuhan tertentu yang muncul. Pastikan mereka untuk melihat kemungkinan solusi dari masalah tersebut.
Setelah itu, siswa harus menentukan kriteria dan batasan yang digunakan untuk merancang solusi masalah, contohnya produk yang dihasilkan harus bisa menghasilkan energi dan bahannya ada di sekitar rumah.
- Membayangkan Produk
Setelah mengetahui solusi dari masalah yang ditemukan, siswa bisa membayangkan bagaimana produk bisa diwujudkan secara nyata. Untuk menciptakannya, mereka bisa saling berdiskusi dan berbagi ide dalam kelompok, contohnya bagaimana bentuk produk tersebut, bagaimana cara produk itu bekerja, dan sebagainya.
- Merencanakan Produk
Kalau sebelumnya siswa hanya membuat gambaran tentang produk, di tahap ini mereka sudah harus menyusun rencana tentang rancangan produk mulai dari sketsa bentuk, ukuran, dan bahan-bahan yang diperlukan. Pada tahap ini para murid dittuntut untuk menerapkan ilmu sains, matematika, dan rekayasa.
- Membuat dan Menguji Produk
Di tahap akhir, pastikan siswa berhasil membuat produk sesuai dengan rancangan yang ada. Setelah itu, lakukan uji coba produk berdasarkan kriteria dan batasan yang sudah ditentukan sebelumnya. Kalau produk belum memenuhi kriteria, diskusikan bersama siswa bagaimana cara untuk memperbaiki dan menyempurnakan produk itu.
Langkah-langkah di atas bisa langsung Bapak dan Ibu Guru terapkan ke dalam contoh kegiatan pembelajaran STEM.
admin
21 Jul 2025
” Emang ada jenis batang lainnya Sazhia? ” Ujar Queen lagi. ” Iya ada empat jenis batang yaitu batang berkayu seperti pada pohon mangga, jati, nangka, dsb, batang basah seperti batang pada pohon pisang, kangkung, bayam, dsb”, “Waah, keren! Selanjutnya, daun ya?” “Betul! Selanjutnya ada daun, yang merupakan bagian tubuh yang tumbuh dari batang.” “Setahuku, …
admin
14 Feb 2025
– Fasilitasi siswa untuk mengembangkan kemampuan digital yang relevan. Langkah 5: Mengembangkan Kemampuan Berkomunikasi dan Kolaborasi – Desain pembelajaran yang berfokus pada kolaborasi dan komunikasi. – Fasilitasi siswa untuk mengembangkan kemampuan berkomunikasi dan berkolaborasi yang efektif. Langkah 6: Mengevaluasi dan Meningkatkan Pembelajaran – Lakukan evaluasi – pembelajaran yang berkelanjutan. – Gunakan hasil evaluasi …
admin
09 Feb 2025
Setelah itu, satukan telapak tangan kanan dan kiri secara menyilang dan tarik ke arah dada. Kemudian, angkat tangan menyilang ke arah dagu. Cobalah gerakan ini selama satu menit. 5. Putaran Leher Putaran leher ini cukup mudah untuk dilakukan. Putar kepala secara perlahan dari satu sisi ke sisi lain sembari bernapas dalam. Lakukan gerakan ini dengan …
admin
09 Feb 2025
Contoh: 21 : 25 = 0,84 ( karena 21 x 4 = 84 ) Contoh lain : 32 : 25 = 1,28 ( karena 32 x 4 = 128 ) Bagaimana jika yang dibaginya merupakan bilangan kelipatan 25? Caranya adalah dua angka dari kanan dari bilangan tersebut kita penggal, jika dua angka terakhirnya 00, maka …
admin
09 Feb 2025
Bagaimana jika satuannya bukan 0, dan juga bukan 5? Jika seperti itu maka semua bilangan kalikan dengan 2 , kemudian bubuhi tanda koma satu angka dari kanan. Contoh : 234 : 5 =……… , 234 x 2 = 468. Jadi 234 : 5 = 46,8 Contoh sederhana 3 : 5 = 0,6 ( 3 x …
admin
01 Feb 2025
Metode deep learning dapat mengidentifikasi pola yang rumit dalam gambar, teks, suara, dan bentuk data lainnya sehingga menghasilkan wawasan dan prediksi akurat. Dengan begitu, kecerdasan buatan akan mengerjakan berbagai tugas secara otomatis tanpa membutuhkan bantuan kecerdasan manusia. Kurikulum Deep Learning mengintegrasikan tiga elemen utama yang dikembangkan agar siswa dapat menguasai pengetahuan sekaligus mendapatkan pengalaman …
09 Feb 2025 3.847 views
Contoh: 21 : 25 = 0,84 ( karena 21 x 4 = 84 ) Contoh lain : 32 : 25 = 1,28 ( karena 32 x 4 = 128 ) Bagaimana jika yang dibaginya merupakan bilangan kelipatan 25? Caranya adalah dua angka dari kanan dari bilangan tersebut kita penggal, jika dua angka terakhirnya 00, maka …
22 Jun 2025 1.370 views
Lain halnya dengan pendapat “Damairia “ Saya tidak masalah. Faktanya anak sekolah memang harus disiplin dan tugasnya memang belajar dan terus belajar bukan? Negara lain ada fenomena anak bunuh diri karena tersiksa dan tertekan jam belajar, di Konoha? Mana ada yg bunuh diri karena tekanan jam belajar ️ Bahkan adanya SKB 3 Mentri yang selalu …
31 Des 2024 832 views
Ketika kita menyebutkan banyaknya peserta didik di kelas, kemudian kita diukur tinggi badan ada yang 154 cm ( seratus lima puluh empat senti meter). Setelah ulangan Ani mendapat nilai 95 ( sembilan puluh lima ) dalam ulangan matematika. Pak guru memegang uang ratusan ribu sebanyak 2 lembar, uang puluh ribuan 4 lembar, uang ribuan 3 …
01 Jan 2025 247 views
untuk mengembangkan kemampuan menebak (berhipotesis) pada setiap peserta didik ialah mengajukan berbagai pertanyaan yang bisa mendorong peserta didik supaya dapat merumuskan jawaban sementara atau kemungkinan jawaban dari suatu permasalahan yang dikaji. 4) Mengumpulkan Data Mengumpulkan data adalah aktivitas menjaring informasi yang dibutuhkan. pembelajaran inkuiri, mengumpulkan data merupakan proses mental yang sangat penting dalam pengembangan intelektual. …
05 Feb 2025 2.261 views
Jika suatu kalimat tidak memenuhi kaidah atau ciri-ciri kalimat efektif, maka kalimat tersebut dapat dikatakan ” Kalimat tidak efektif. Selanjutnya mari kita lihat contoh-contoh kalimat efektif dan sebaliknya. Contoh-Contoh Kalimat Efektif dan Kalimat Tidak Efektif Contoh Kalimat Efektif Budi pergi bermain bola. Acaranya berlangsung meriah. Jika terdapat mahasiswa yang melanggar peraturan ujian harap lapor petugas. …
3 Komentar
Indra Yuliansyah>
23 Februari 2025 | 10:09 pmMantap pak,, terimalasih tulisannya sangat mengedukasi
Indra Yuliansyah>
23 Februari 2025 | 10:09 pmMantap pak,, terimalasih tulisannya sangat mengedukasi…
admin>
24 Februari 2025 | 1:21 pmHatur nuhuuun yi, supportna